#2 Bat Poop And Flying Squirrels | Ride n’ Seek: Borneo | History


Aku Jaime Dempsey. Inilah kehidupanku. Tapi tidak untuk hari ini. Astaga. Pemenang! Ini akan menjadi tempat pijat
teraneh yang pernah kulihat. Astaga. Astaga. Setelah menghabiskan waktu 2 hari,
aku sangat ketinggalan. Untuk perjalananku selanjutnya,
aku harus susah payah berkendara. Dan menuju ke perbatasan Utara
Sarawak yang jauhnya 400 km. Untungnya, dengan telah
berakhirnya hari gawai. Kebanyakan penduduk lokal masih
beristirahat sehabis berpesta pora. Jadi jalanan menjadi
milikku sendiri. Anginnya terasa sejuk sekali. Aku akan merindukan temanku
di rumah panjang. Tapi pertunjukkan harus
terus dilanjutkan. Aku menuju ke Sibu hari ini. Aku kembali ke apa
yang mereka sebut jalan raya. Tapi menurutku ini terlihat
seperti jalan pedesaan. Tampaknya ini salah satu jalan
yang lebih baik yang aku lewati. Jadi aku akan memanfaatkan
jalan halus ini sebisa mungkin. Aku melihat rambu-rambu di sini.
Sibu. Aku sudah sampai di Sibu. Kota ini jauh lebih besar
dari kota terakhir yang aku lihat. Dengan populasi sebesar 250.000. Sibu didominasi oleh
keturunan imigran Cina… …di awal tahun 1990’an
yang datang kemari… …karena kesuburan tanahnya. Banyak yang tutup. Aku penasaran apa ini
karena hari gawai. Karena ini hari Senin,
jadi aku kira harusnya buka. Kotanya sepi,
kecuali di satu tempat ini. – Halo.
– Hai. Aku tahu banyak orang kemari dan
aku mencium sesuatu yang lezat. Jadi apa sebenarnya… -…yang membuat orang kemari?
– Yang kau cium adalah Kong Piangs. – Kong Piangs?
– Ya. Kini dipanggang di dalam. – Boleh aku coba?
– Kau ingin coba dulu? Aku ingin mencobanya.
Ini sangat ringan! Ini seperti Bun (roti manis) Rasanya mirip donut,
tapi tak begitu manis. – Ya, tak begitu manis.
– Ini sangat halus! – Kau ingin belajar?
– Ingin sekali! – Masuk!
– Kau sangat baik padaku. Ini adalah adonannya.
Potong seukuran ini. Lalu kau gulung. – Aku gulung begini?
– Ya, lalu kau remas. Dan tarik. Tarik sisi satunya. Pokoknya seperti itu. Seperti ini. Punyaku
bentuknya seperti bola. Begini. Kau tekan, lalu kau gulung. Kau balik dan kau lubangi. – Satu untukmu, satu untukku!
– Semakin kau begitu. – Semakin baik.
– Kalain sangat cepat! Kong Piang dapat ditemukan
di seluruh Sarawak. – Tapi yang terbaik dari Sibu.
– Gulung! Bun seperti yang halus
dapat dimakan langsung. Atau diisi dengan daging
yang gurih. Lebih baik. Terima kasih. Toko roti Jason telah membuat
Kong Piang selama 1 dekade. Mulai dari toko keluarga kecil. Kini, mereka adalah salah satu… …pembuat Kong Piang terkenal
di Sibu. Masukkan Kong Piang ke dalam. Apa itu tidak sakit? – Kau ingin..
– Mencobanya? Aku akan mulai 2.
Baik, seperti ini. – Seperti ini. Air.
– Ya, bagus. Ini terlalu panas! Aku tak sanggup.
Ini terlalu panas untukku. Baik, kau lihat aku dulu. Baik, aku akan menempelkannya
di atas. Aku berhasil! Apa bulu mataku masih ada? Dan setelah 3 menit. Bun kita yang lezat sudah matang!
Kong Piang. Langsung dari oven. Ini yang asin. Ini masih panas. – Bagaimana rasanya?
– Rasanya enak sekali. Aku suka wijennya, rasanya renyah. Kong Piang ada di Sibu… …sejak imigran Cina datang
dari provinsi Foochow. Dibuat oleh Jenderal Cina
sebagai makanan pokok pasukan. Lubang dibuat agar bisa dipakai
dengan mudah di leher. Ya. Setelah melahap makanan yang enak. Aku ingin mencari minuman
segar yang enak. Orang di toko roti menyuruhku
menyusuri jalanan… …untuk mencari sesuatu
yang segar. Aku harap aku berada di tempat
yang tepat. Ada stoples… …dengan berbagai macam isi. Aku tak tahu apa-apa.
Tak ada yang berbahasa Inggris. Aku dengar aku bisa memperoleh
sesuatu untuk menyegarkanku. Aku kira es krim tapi
aku tak melihat ada es krim. Aku pikir sarang burung
bagus untukmu. – Sarang burung?
– Kau pernah dengar sarang burung? – Belum.
– Ini adalah sarang burung. – Jadi ini sup sarang burung?
– Ya. – Sebenarnya air liur.
– Aku akan mencobanya. Cukup membuat dingin. Sebenarnya rasanya agak manis. Ya, kami memasaknya
dengan gula batu. – Itulah yang kurasakan. Gula batu?
– Ya. Ada serpihannya di sana
tidak seperti kaldu. Ada teksturnya. Sarang burung adalah suplemen
terkenal dalam pengobatan Cina. Ini bermanfaat untuk meningkatkan
sistem kekebalan tubuh… …dan membuat awet muda. Jika aku ingin membelinya,
harganya berapa? Untuk sarang burung gua, per kilo
harganya 10 sampai 13 ribu. – Ribu?
– Ya, ringgit. – Ribu?
– Ya. Harganya mahal sekali! Itu sekitar 4 ribu dolar AS! Yang kamu dapat dari gua.
Guanya berasal dari mana? Kami mendapatkannya dari gua Niah. Itu terletak di antara
Bintulu dan Miri. Sekitar lebih dari 200 km
dari sini. – Pas, itu adalah jalurku.
– Ya. Aku ke Utara,
menuju ke gua Niah di Miri. Rumah dari sarang burung
seharga 4 ribu AS. Pemandangannya berubah
setelah aku meninggalkan Sibu. Aku pikir aku masuk jauh
ke pedalaman Sarawak sekarang. Setelah lebih
dari 5 jam berkendara. Aku melihat sebuah rambu. Sepertinya aku sudah sampai. Taman nasional Niah
adalah salah satu tempat… …di Asia Tenggara
yang terpenting. Tengkorak berumur 4000 tahun
ditemukan di sini. Fosil Homosapien tertua
ditemukan di tempat ini. Tapi aku dalam misi
mencari sarang burung. Jadi aku terus melaju ke gua Niah! Aku harap aku menuju
ke arah yang benar. Mereka bilang 3 km lagi ke depan. Jadi kupkir ini adalah
arah yang benar. Suara serangga di sini
sangat luar biasa. Suaranya sangat berbeda
sewaktu kami berkendara. Saat mereka bilang gua,
aku tak membayangkan ini. Tempat ini sangat besar. Mungkin gua terbesar
yang pernah kulihat. Aku melihat sepasang
burung walet di sini… …jadi saatnya mencari
sarang burung. – Halo, apa kabar?
– Baik. Apa kalian yang mencari
sarang burung? Burung walet membuat sarang
di langit-langit gua. Itu tingginya
sekitar 5 kali loteng. Pencari sarang burung memasang kait
untuk memanjat di langit-langit… …agar lebih mudah
dalam memanjat gua. Tapi tetap saja ini tidak mudah. Ini tak semudah kelihatannya
tapi aku tidak mahir. Aku rasa aku tak mampu
menaikkan ini ke atas. Ini jelas kerjaan
dua orang laki-laki. Tidak, Aku butuh bantuan. Itu sungguh tinggi sekali
di atas sana. Ini mungkin pekerjaan tergila
yang pernah kulihat. Aku menangkapnya.
Ini bisa menahan beratku. Tali sudah dikaitkan,
saatnya memanjat. Pencari sarang burung ini
berasal dari desa sekitar sini. Semua peralatan
dibuat dengan tangan. Hampir tak ada tindakan
pencegahan yang diambil. Maksudnya tak ada
jaring pengaman dan baju besi. Hanya tongkat panjang dan tali! – Apa kau takut?
– Tidak. – Tidak. Kau sangat berani.
– Aku sudah terbiasa. Ini hal yang menakutkan. Itu sangat gila. Sepertinya mereka memakai
Buddy System (kerjasama). Jadi satu orang di bawah sini
menjaga talinya lurus. Dan yang satu naik ke atas! Tak ada pengamanan atau apa pun. Dia sudah sampai! Melihat dia membuat
kepalaku pusing. Pencari sarang burung melihat
sarang lewat retakan langit-langit. Lalu mereka mencabutnya dengan
tongkat bambu, lalu jatuh ke tanah. Kepala ke atas!
Lihat seperti apa bentuknya. Aku rasa ini adalah sarang burung. Ini adalah sarang burungnya. Kau bisa lihat, ini barang bagus.
Ini air liur burungnya. Aku berpikiran begitu sebab ini
terbuat dari ranting dan daun… …yang seharusnya
keras dan kering. Tapi ini sangat lembut dan licin. Kau telah kembali! Kerja bagus. Sarang ini berumur beberapa tahun. Ini sudah dipakai 3 kali. – Jadi kau yakin ini sarang burung?
– Ya. Tampaknya sarang burung ini… …sudah dipakai berulang-luang.
Bisa dipakai lagi. Kau bisa rasakan ini lembut.
Ini tak seperti barang yang mahal. Tapi dari cara orang ini
mempertaruhkan nyawa… …untuk mendapatkannya
maka harganya mahal. Aku meninggalkan temanku sebentar
untuk menjelajah sendiri… …dengan aman di atas tanah. Sepertinya ada yang mendapat
sarang burung banyak. – Ini Adalah Guano.
– Guano? – Bukan guano kotoran kelelawar?
– Ya, ini kotoran burung. Ini bukan sarang burung. Biar aku lihat. Ini seperti kotoran.
Kotorannya banyak sekali. Baunya seperti kotoran dan
bentuknya seperti kotoran. Selain mencari sarang burung. Penduduk lokal juga mencari Guano
untuk dijual sebagai pupuk. Guano adalah pupuk yang bagus… …sebab mengandung konsentrasi
Nitrogen, Fosfat, Kalium tinggi. Nutrisi penting
untuk pertumbuhan tanaman. Ini adalah sapu yang dipakai
untuk mengambil kotoran. Kotoran ini sungguh tersebar
di mana-mana. – Boleh?
– Boleh. Sepertinya aku dapat kerjaan! Caranya seperti ini. Baiklah seperti ini.
Kita hanya ambil kotorannya… …bukan hamanya. Sepertinya kau menyaringnya. Bagaimana aku bisa
terlibat situasi seperti ini? Masukkan lebih banyak kotoran
dan padatkan seperti ini. Karungku tak terlalu berat. Apa banyak orang takut
melakukan pekerjaan ini? Penduduk di sini mencari
kotoran ini untuk hidup. Jika kami tak bekerja di sini… …tak ada kerjaan lagi. Setelah petualangan kotoran
kelelawar dan sarang burung. Aku penasaran apalagi
yang ada di depanku? Sekitar satu jam setelah
aku meninggalkan gua Niah. Aku melewati Miri.
Kota terbesar kedua di Sarawak. Dari orang-orang dan mobilnya,
aku tahu ini jalan di Miri. Sepertinya ini adalah kota
yang cukup besar. Mari kita lihat, apa aku bisa
menemukan tempat… …untuk menikmati pemandangan kota
yang lebih indah. Minyak ditemukkan 100 tahun
yang lalu. Mengubah Miri dari desa nelayan
yang sepi… …menjadi kota ramai dengan
berpenduduk lebih dari 300 ribu. Aku tak tahu jalan ini
mengarah ke mana… …Tapi tampaknya aku menuju
ke atas bukit. Pemandangannya indah sekali! Jadi ini adalah The Grand Old lady! The Grand Old lady adalah sumur oli
pertama yang dibangun di Malaysia. Tahun 1910, Shell menemukan
minyak di tempat ini… …yang mempelopori
industri minyak Malaysia. Penemuan minyak berperan besar
dalam pembangunan Malaysia. Sangat bagus aku bisa
menemukan salah satu… …tempat paling bersejarah
di Sarawak. Aku tahu awal mula
industri minyak di Malaysia. Ini juga tempat bagus
untuk beristirahat… …sebab pemandangan
di atas sini mempesona! Aku sudah sangat ketinggalan. jadi aku memilih langsung ke Miri,
tidak berhenti untuk bermalam. Saat aku lelah berkendara. Aku melihat panti pijat daring. Aku tak yakin ini adalah tempatnya. Ini pasti tempat pijat teraneh
yang pernah kulihat. – Halo? Hai!
– Hai. Aku dengar aku bisa pijat di sini.
Apa ini tempatnya? – Benar ini tempatnya?
– Ya. – Duduk.
– Duduk di sini. Terima kasih. – Panggil aku Bibi Supiah.
– Bibi Supiah, aku Jaime. Jaime, selamat datang di Miri. Terima kasih. Aku berkendara
jauh sekali dari Kuching. – Bahuku sakit sekali.
– Begitu. Dan pinggulku juga sakit. Karena merentangkan
tangan begini terlalu lama. Apa yang bisa kau lakukan
untuk menyembuhkan punggungku? – Untuk menghilangkan sakitku.
– Cobalah Cupping. Akan membuatku nyaman berkendara? Aku kemari untuk itu. Perjalananku masih jauh.
Aku akan ke Sabah. Kau akan merasa lebih baik
dengan Cupping. – Mari masuk ke dalam.
– Baik. Aneh. Aku merasa ganjil. Aku bahkan tak
tahu bagaimana menjelaskannya. Ini benar-benar mengisap kulitmu. Tampaknya tekanannya cukup besar. Aku menjalani pengobatan
Hijama tradisional. Di mana isapan gelas ditujukkan
meningkatkan sirkulasi darah. – Kau santai.
– Aku santai? Baik, kita mulai. – Tunggu, kupikir kita sudah mulai?
– Belum. Apa itu? Dan lagi. Tampaknya dia membuatnya
lebih kencang. Ini adalah saat yang tepat
untuk Selfie. Ini dia. aku melihat.. Apa itu? Itu seperti.. Apa itu? Tampaknya semacam
cairan di dalam sana. Aku baru tahu itu apa. Itu darah, ‘kan? Apa itu darahku? Astaga. Astaga. Aku sepertinya tertawa dan
menangis secara bersamaan. Karena aku tak tahu
harus bereaksi bagaimana. Jadi itu yang mereka
sebut pertumpahan darah. Aku tak mau melihatnya lagi.
Aku tak sangggup. Darah keluar terlalu banyak. Terlalu banyak? Jangan mengambil
darah terlalu banyak. Aku memerlukannya. Itu jorok sekali! Sepertinya aku tak mau melihatnya
tapi aku lihat. Tidak. Aku tak mau lihat. – Bagaimana perasaanmu sekarang?
– Aku merasa luar biasa. Bibi Supiah, terima kasih banyak. – Terima kasih.
– Sama-sama. Aku meninggalkan Meri
dan terus melaju. Dengan sedikit keberuntungan
aku akan mengakhiri hari… …dengan melihat matahari terbenam
di pantai di daerah pesisir Lutong. Hari ini perjalanannya
sangat menyenangkan. Aku menemukan tempat yang pas
dekat pantai untuk melepas dahaga. Aku harus mencari tahu apa
yang mereka lakukan! – Hai, kawan!
– Hai! – Boleh aku ikut pestamu?
– Tak masalah. Aku sebenarnya dari Kuching
dan ingin pergi ke Sabah. Aku berusaha melihat
hal sebanyak mungkin. Ini pertama kali aku melihat
sesuatu seperti ini di sini. Aku berhenti melihat sekelompok
Drag Racer (pembalap)… …yang menyebut diri
mereka sendiri Lutong Drag. Mereka mengambil alih
landasan pacu udara… …dan mengubahnya menjadi
arena balap mereka sendiri. Mereka memodifikasi
semua bagian mobil… …dan mengubahnya
menjadi Dragster. Ini adalah mesin-mesin yang hebat. Mobil putih untukku. – Apa kau siap?
– Aku siap! Baik, sabuk pengaman. Lebih cepat! Kita menang.
Tunggu, bagaimana kita berhenti? Astaga. Kita menang. Aku merinding. Balapan yang seru. Itu tadi luar biasa. Jantungku berdetak kencang.
Aku merinding. Ini menyenangkan. Aku tahu kenapa
orang-orang ini menyukainya. Pemenang! Tos! Seiring dengan
terbenamnya matahari… …aku menutup bagian pertama
petualanganku. Aku tak percaya ini adalah
hari terakhirku di Sarawak. Aku bahkan belum
setengah perjalananan… …dan sudah mempunyai
banyak teman baru… …dan banyak hal
yang sangat berbeda. Tapi aku harus mengejar pesawat,
jadi aku harus terus berjalan. Sebelum aku pergi,
aku akan menikmati.. …matahari terbenam
untuk terakhir kalinya. Alih Bahasa: MSky

7 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *