#3 Brunei Beat Down | Ride n’ Seek: Borneo | History


Aku Jaime Dempsey.
Ini hidupku. Tapi tidak hari ini. Aku berada di tengah kawanan
sekarang. Sekarang aku menghasilkan
banyak uang. Selamat datang di kolam renang. Maaf, Anda tak bisa melihat ini.
Ini terlalu berat. Anda mungkin bisa mati. Pemburu kepala, ikan beracun… …dan pertumpahan darah
tak menghentikanku. Walaupun tertinggal jadwal
di beberapa tempat… …berkendara motor telah membuatku
kembali ke jalur. Amerika. Terima kasih. Tepat sesuai jadwal,
aku meninggalkan Malaysia… …dan memasuki Brunei. Akhirnya aku bisa memasukinya.
Aku sangat senang. Di puncak, Kerajaan Brunei memimpin
kerajaan maritim yang besar. Ke arah utara, Brunei
terbentang sampai Manila… …dan ke arah selatan, termasuk
daerah yang dikenal dengan Sarawak. Kini, Brunei adalah
negara terkaya kelima di dunia… …dan aku menuju ibu kotanya. Sepertinya aku berhasil
sampai kota… …dan pemberhentian pertamaku
di Brunei. Ada banyak sekali
gedung-gedung cantik di sini. Lihat masjid itu.
Sangat indah. Aku berhasil
sampai Bandar Seri Begawan… …dan beberapa arsitektur
di sini sangat indah. Tunggu sebentar,
aku mendengar sesuatu. Lihatlah para pengendara motor ini.
Hai, semuanya. Aku melihat motor jenis Bobber,
Street Glide, Soft Tails… …dan lihat
yang warnanya dimodifikasi. Aku harus mengikuti mereka. Keren aku bisa bersama mereka dan
mereka mengizinkanku berkendara. Aku berada tepat di tengah kawanan. – Bobby.
– Senang bertemu denganmu. Aku melihat kelompok kalian.
Kelompok motor jenis apa kalian? – “Independent”.. Bagus.
– “Independent Motorcycle Club.” Bagus. – Apa kabar?
– Aku Lee. Mereka adalah anggota
Klub Motor Brunei Independen… …atau singkatnya “IMC.” Mereka memiliki bagian
di Singapura, Filipina… …Malaysia, dan Timur Tengah. Mereka mengendarai mesin
yang sangat tangguh. Pertama, saat mendengar kalian,
suara knalpotnya sangat kencang Jika dibanding motorku, aku
tak bisa dengar suara motorku lagi. Modifikasi warna ini
belum pernah kulihat di mana pun. Ada garis merah muda,
gambar tengkorak. Aku punya motor di dalam
yang sedang kurancang. – Kau mau melihatnya?
– Di tengah pembuatan? – Ya, aku mau melihatnya.
– Mari kita lihat. Lee menjalankan sebuah bengkel
di mana dia memodifikasi motor. Dia kini sedang mengerjakan sebuah
motor untuk anggota lain, Bob. Katakan apa keistimewaan motor ini. Kurasa persnelingku berbeda. Aku melihatnya. Tadi aku penasaran
apa itu. Karena koplingnya berada di tangan.
Koplingnya.. Seperti ini? Jadi bukan menggunakan kaki, kau
mengganti gigi dengan tanganmu. Lalu kau harus menggapai ini. Astaga, itu akan sulit
untuk dikendarai. – Kurasa aku tak bisa melakukannya.
– Ini lebih untuk ketertarikan. Itu adalah Dammtrex.
Itu asli dari Jepang. Aku tak sering melihat
yang seperti ini di Los Angeles. Aku suka membeli helm seperti ini
lalu warnanya dimodifikasi. Dikerjakan dengan cat semprot.
Jadi selagi aku di sini… …aku bisa cari seseorang
untuk memodifikasi helmku… – …atau mengajariku melakukannya.
– Ya, aku tahu tempatnya. – Baiklah. Keren.
– Aku bisa menunjukkanmu. Keren, aku akan melihatnya. – Ini tempatnya?
– Jaime, ini temanku. – Hai, senang bertemu denganmu.
– Apa kabar? – Baik. Apa kabar?
– Baik. Biar kulihat apa yang kau kerjakan. – Dia terkenal di Brunei.
– Sungguh? Dia salah satu seniman cat semprot
terbaik di sini. Aku akan tinggalkan kalian.
Aku harus pergi. Baik, Boy.
Sampai jumpa. Benda lain seperti apa
yang juga kau cat? Ini bagian Harley. Aku suka.. Apa ini? – Aku menggunakan plastik.
– Seperti kantung plastik? Kau menaruh kantung plastik
untuk membuat tekstur ini. Yang ini ada gambar wanita
di Harley. Saat lampunya menyala, di baliknya
menyala dengan lampu LED. Jadi wanita iblis ini akan menyala
saat menginjak rem. Keren. Aku banyak kerjaan di belakang,
di bengkelku. Tunjukkan jalannya. Aku membuat ini. Ini kerangka yang kubuat sendiri. Ini adalah Suzuki 500 cc.
Rodanya dari roda mobil. Itu tak lazim,
aku tak pernah mendengarnya. Kami menyebut ini
Honda Goldwing. (Sayap Emas) Aku melakukan pengecatannya
dengan warna jingga dan gambar ini. – Dan plastiknya juga.
– Aku bisa lihat ini karya khasmu. – Dia akan menjualnya.
– Menjadikannya berkelas. – Kau mau membelinya?
– Tidak. Mari kembali ke bengkel. – Ini sketsa cepat?
– Ya. – Ini sangat bagus.
– Baru dua menit. – Dua menit?
– Ya. Aku suka mengerjakan giginya
lalu kubuat bayangan. Jadi seperti tiga dimensi. Mungkin kau mau mencobanya? Aku tak mau merusak sketsamu.
Ini sangat bagus. Ini mudah. Mungkin kau bisa mengikutinya.
Sekali kau tekan.. Kau bisa. – Aku harus memiringkannya?
– Jangan. Aku payah. Kau jelas memiliki tangan
seorang seniman. Biar kucoba lagi. Tarik. Baik, aku mengerti sekarang. – Dia sudah lelah menghadapiku.
– Kau harus membayarku. – Aku tak bisa melakukannya.
– Pelan-pelan. Ayolah. – Astaga.
– Tanganku berat, ya? Sekali lagi. Kurasa tidak begitu.
Ujungnya berantakan. Baiklah, itu bagus. – Setidaknya kau mencoba.
– Itu buruk. Astaga. Aku bisa merusaknya.
Aku tak mau menyentuhnya lagi. Aku sangat ingin
dapat modifikasi cat… …tapi itu butuh beberapa hari,
dan waktu tak berpihak padaku. Alih-alih, aku kembali ke jalan
Bandar Seri Begawan lagi… …dan melewati pemandangan
yang sangat indah. Perjalananku telah membawaku
ke Bandar Seri Begawan… …ibu kota Brunei. Ini pusat perdagangan, keuangan,
dan pemerintahan negara ini. Ini juga jantung budaya Brunei. Aku ingin pergi ke sana dan
melihat rumah-rumah itu. – Hai, permisi.
– Halo. Ada apa di sana?
Rumah-rumah apa itu? – Itu adalah rumah desa air.
– Desa air. Dan kau menggunakan perahu untuk
ke sana? Kau bisa mengantarku? Baiklah, tak masalah. Aku pergi. Ini adalah desa air terbesar
di dunia… …dibangun seluruhnya
di atas egrang. Luasnya hampir 3 kilometer persegi,
dengan sekitar 30.000 perumahan. Jadi orang menggunakan perahu ini
bolak-balik? – Ini cara mereka menuju kota?
– Ya. Harga untuk taksi air ini adalah
1 dolar per orang sekali jalan. – Dan perahu ini milikmu?
– Ya. – Kau membuatnya sendiri?
– Tidak. Dibuat oleh temanku. Ada pembuat perahu
yang membuatkannya untukmu. – Apa tempatnya dekat? Di kota ini?
– Ya. Sopirku, Pak Haji,
meminta sedikit bantuanku. Sekarang kita jemput penumpang
di sana. – Ini tempatmu menjemput penumpang?
– Ya, penumpang. Apa yang harus kulakukan
sesampainya di sana? Minta mereka untuk turun ke perahu. – Turun?
– Ya, turun ke perahu. – Ayo turun.
– Selamat datang ke perahuku. Ayo, turun. Mereka tak tahu
akan menghadapi apa. Satu dolar per orang. Ini. Baiklah. Sekarang aku menghasilkan
banyak uang. Sepertinya aku dapat pekerjaan baru
sebagai kondektur perahu. Selamat datang. Satu-satunya cara menuju desa air
adalah dengan taksi air. Semua itu tak hanya perahu.
Mereka bisa mengebut… …dengan nama-nama
yang cukup liar. Sasana Superman
Tabrakan Remaja Gila Aku adalah rekan kapten
untuk “Roda Keberuntungan.” Selamat datang ke tujuan. Kurasa kita bisa jadi tim bagus.
Tos. Sampai jumpa. Sekarang kita akan
mengitari desa air. Dari sini aku bisa jalan
ke tempat pembuat perahu? Desa ini terdiri dari
banyak rumah kayu. Tapi aku mencari
satu rumah yang khusus. Kurasa ini tempatnya. Hai. Kudengar kau orang
yang membuat perahu. – Ya.
– Namaku Jaime. Jaime? Namaku Mas Din. Senang bertemu denganmu. Jadi bagaimana kau bisa membangun
sesuatu seperti ini? Aku awalnya membuat kerangka. Lalu, aku membuat haluannya. Kemudian, aku membuat kayu
yang lebih tinggi. Lalu, aku pasang partisinya. Setelah itu, aku pasang penyangga
satu demi satu. Terakhir, aku pasang tajuk. Cobalah.
Ini ada paku dan palu. Aku tak mau menenggelamkan
perahumu. Aku akan berusaha. Jadi ini ke sini? Lalu kupukul. Pakukan saja. Awas jari-jariku. Seperti ini. Itu tidak lurus. Ada cara yang benar melakukannya.
Pukul di pakunya saja. Ini lebih sulit dari kelihatannya. Kau membuatku lelah. Masuk ke sana. – Lagi?
– Ya. Kurasa dia memanfaatkanku. Di sana. Sudah? Menurutmu aku punya karier
dalam membuat perahu? Tidak. Kau lambat. Jujur saja. Aku tak mahir. Sangat menarik melihat kontras
orang kota di seberang sungai… …menuju tradisi kerajinan tangan
yang masih hidup… …dan diturunkan
ke generasi di desa air ini. Dan aku beruntung
bisa menjadi saksi langsung. Halo, Pak Haji. Terima kasih banyak telah
mengirimku ke pembuat perahu. Dia sangat baik dan menunjukkanku
cara membuat perahu… …aku memaku beberapa, dan aku
hampir bisa melakukannya sendiri. – Tidak juga.
– Kau lapar? – Aku sangat lapar.
– Kalau begitu, ayo masuk. Dan aku ingin masuk ke dalam.
Terima kasih. Itu adalah istriku. – Hai, aku Normah.
– Normah, senang bertemu denganmu. Apa yang sedang kalian masak? Hari ini kami masak
Ikan Masak Asam… …Kangkung Belacan, dan
hidangan spesial, Ambuyat. – Ambuyat?
– Ya. Baiklah, tunjukkan caranya. Pertama ambil sambal ini
lalu digoreng. – Semuanya?
– Setengah. Ini adalah udang kering. Selanjutnya udang kering,
aduk itu. Kurasa terasi udangnya yang membuat
harum sehingga aku tergiur. Masakan Brunei adalah
campuran harmonis… …dari rasa Melayu,
Cina, dan India. Di desa air, hidangan laut
adalah wajib di setiap masakan. – Ikan jenis apa ini?
– Kami punya dua jenis ikan. Lumahan Bini dan Lumahan Laki.
Ini adalah ikan jantan. Apa bedanya ikan jantan dan betina? Perbedaannya adalah
yang jantan lebih besar. Itu sebabnya kita memakan itu.
Mereka hanya memakan jantan. Aku aman. Ini adalah Ambuyat.
Kami menyebutnya Sago. Sago. Sebenarnya ini hidangan terkenal
di Brunei dan Malaysia. Sungguh? Aku akan tunjukkan cara.. Hati-hati, ini sangat panas. Satu, dua.. Kau bisa melihat.
Satu, dua.. Kau harus mengaduknya
saat menuang air mendidih itu. Ya, itu sebabnya airnya
harus sangat panas. Adonannya mengental sangat cepat.
Lihat itu. Itu sangat aneh. Aku tak pernah
lihat hal seperti itu. Tak ada yang seperti itu
pernah dilakukan di dapurku. Selama Perang Dunia kedua,
Sago menjadi makanan diet… …karena terbatasnya
persediaan makanan. Dan itu menghasilkan makanan enak
yang lengket ini. Sangat kaku.
Sangat lengket. Hari ini aku banyak
menggunakan ototku. Banyak dari makanan ini
yang belum pernah kucoba… …tapi wanginya harum
dan tampak enak. Aku sangat antusias
untuk mencicipinya. Ini alat makan yang kami gunakan.
Ini bukan sumpit. Tampak seperti sumpit. – Tapi lebih mudah digunakan.
– Kami menyebutnya “candas.” – Alat khusus untuk memakan ini.
– Kita gulung ini. Ini Cecandat yang baru kita buat.
Ambil ini dan.. – Kau bisa mencobanya.
– Aku agak gugup. Seperti ini. Digulung. Agak sulit mengambilnya. Bagaimana itu? Cukup?
Celupkan. Aku harus akui, ini terlihat
agak menakutkan bagiku. – Mari kita coba.
– Satu, dua.. – Agak pedas.
– Agak pedas, tapi enak. Teksturnya agak aneh bagiku,
seperti.. Entahlah, agak licin, agak kenyal,
tapi ada rasanya. Kalian sangat suka rasa pedas. Apa kalian tahu tempat suvenir
dari Brunei untuk kubawa pulang? Ya. Kurasa Haji
punya seorang teman. Dia sangat ahli membuat suvenir. Kau bisa bertemu teman Haji
di Bandar… …jadi mereka bisa
membuatkanmu suvenir. Mereka membuatkanku
suvenir pribadi khusus? – Ya.
– Bagus. Terima kasih. Itu keren. Ini adalah hari keduaku
di Bandar Seri Begawan… …dan aku dalam pencarian suvenir
yang tepat. Aku diarahkan ke pinggiran kota… …dan dengan kota yang hanya
seluas ratusan kilometer persegi… …tak butuh waktu lama
untuk sampai ke sana. – Halo, Paman.
– Halo. – Apa kabar?
– Baik. Aku dengar aku bisa dapatkan
suvenir bagus dari Brunei di sini. – Ini?
– Kau mau yang mana? Aku mengharapkan gantungan kunci,
atau magnet. Ini lebih dari yang kuduga. Apa ini? Ini seperti pedang. Ini seperti senjata rahasia.
Seperti tongkat, lalu dikeluarkan. Bagaimana kau memegangnya? Sekarang ini tampak berbahaya. Untuk menyembelih kepalanya? Tapi memegangnya seperti ini? Seperti ini?
Dan yang ini.. Tak kukira bentuknya seperti ini.
Ini seperti kapak kecil. – Untuk memotong?
– Ya. – Memotong tangan?
– Ya. Ini pastinya akan jadi
suvenir istimewaku dari Brunei. Jadi aku butuh bantuanmu
untuk memilih yang mana. Untuk suvenir, sebaiknya yang ini. Aku dari tadi melihatnya. – Jenis apa ini?
– Ini adalah Keris. – Keris?
– Ya. Ini digunakan di seni bela diri. Ini istimewa, bergelombang.
Sangat berbeda. Aku sangat suka ini. Aku harus bilang,
terima kasih banyak. Perjalanan dengan Harley ini
sangat menyenangkan bagiku. Motor ini mengatasinya seperti
mimpi yang berkekuatan cukup… …agar aku tetap berpijak. Tapi jalanan di perjalananku
berikutnya akan brutal. Aku harus mendapatkan motor
yang berbeda. Jadi saatnya bagiku
untuk berpamitan. Hari ini, aku tak hanya berpamitan
pada Brunei… …tapi aku juga akan berpamitan
pada Harley-ku. Selanjutnya aku menuju Sabah, dan
kudengar jalanannya menantang. Aku tak mau meninggalkan
sedikit goresan pun di Harley-ku… …jadi aku akan meninggalkannya
di tempat aman. Meninggalkan motorku di Brunei… …berarti aku terjebak tanpa
berkendara untuk sisa hari ini. Jadi aku memutuskan
untuk langsung ke hotel. Terima kasih. Lihat itu.
Sangat berkilau. Sangat berbeda dari yang kurasakan
di jalanan. Hotel ini sangat besar dan indah. Aku harus tahu
apa ada kamar kosong. Apa kamar terbaikmu
dan apa ada yang tersedia? Kami memiliki kamar Empress,
kamar termewah yang kami punya. – Terdengar bagus.
– Harganya 16.600 dolar. – Maaf, berapa?
– 16.600 dolar, Bu. Agak mahal untuk anggaranku.
Ada yang sedikit lebih murah? Yang kedua, ada kamar Emperor. Harganya 9.000 dolar
tambah 10 persen. Agak lebih murah lagi. Kamar termurah kami, Superior. Harganya 400 dolar
tambah 10 persen. – Hanya kamar saja. Ya.
– Superior? Kurasa aku bisa membayarnya. – Kau ingin memesan kamarnya?
– Ya. – Bisa kupinjam kartu kreditmu?
– Saatnya memanjakan diri. Hotel Empire adalah salah satu
hotel termewah di dunia. Maksudnya hotel dengan
lampu gantung kristal Swarovski… …dekorasi emas 21 karat, dan batu
permata mata macan di tangga. Nona Jaime, ruanganmu
untuk sementara belum siap. Tapi sementara itu,
kau mau melihat kamar Empress. Kau bercanda?
Aku sangat ingin melihatnya. Baik, lewat sini. Selamat datang di Empress suite. Kau pasti bercanda. Dengan harga 16.000 dolar… …hanya orang-orang ternama
yang menghabiskan malam di sini. Sebenarnya Bill Clinton
pernah menginap di sini. Presidenku? Baiklah. – Aku harus merasakan kursi ini.
– Tentu. Itu adalah lift pribadi. Jadi jika jadi presiden, Anda
bisa menyelinap keluar dari sini. Ini marmer. Aku merasa pakaianku tak sesuai. Ini kamar tidurnya. Aku merasa merinding
saat melihat tempat tidur itu. Baiklah.
Terima kasih, sampai jumpa. Hanya bercanda. Aku tak mau
melihat 16.000 dolar di tagihanku. Mari kita melihat
bagian istimewanya. Tunggu.
Kukira tadi itu istimewa. Ada yang istimewa lagi. Selamat datang ke kolam renang. Maaf, Anda tak bisa melihat ini.
Ini terlalu berat. Anda mungkin akan mati. Aku sungguh berada di surga. Ini hebat. Sekarang entah
apa aku mau tinggal di tempat lain. Kamar ini sangat keren. Bahkan perlengkapan kamar mandinya
dilapisi emas. Jadi aku berhasil membujuk mereka
untuk menginap semalam di sini. Tak ada yang seperti.. Jaime, kita harus pergi. Ketahuan. Baiklah. Ayo. Aku tak mendapatkan kamar Empire,
tapi ini sama indahnya. Aku sudah mengalami
perjalanan panjang… …yang ingin kulakukan sekarang
hanya pingsan. Alih Bahasa: MSky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *